Jumat, 23 September 2011
Sahabat
Selain mempercayai Tuhan sebagai penopang, selama ini aku hanya percaya kepada diriku sendiri untuk menyelesaikan masalah. Dalam hal ini, masalah pribadi.
Aku merasa bahwa aku adalah perempuan yang kuat.
Terbukti, aku tak pernah berlama-lama berteman dengan kesedihan. Aku orang yang sangat mengandalkan logika. Hampir tidak pernah terbuai dengan bisikan hati.
Lalu, satu kejadian menghantamku, setelah sebelumnya kejadian-kejadian tidak pernah berhasil membuatku 'lumpuh'.
Aku masih berkutat dengan keyakinanku, bahwa 'aku bisa menghadapinya'.
Sampai kemudian, Tuhan mengirimkanku orang-orang hebat.
Orang-orang yang membuatku tersadar, bahwa kita tidak bisa hidup sendiri.
Tidak, aku tidak bermaksud untuk membahas seorang pasangan, karena pada titik ini aku sedang tidak mencari seseorang untuk berbagi hati.
Yang aku maksud adalah persahabatan.
Setelah bertahun-tahun aku menghindari untuk mempunyai sahabat, kini aku menyadari bahwa aku salah. Ya, aku salah...
Sahabat.
Dia tidak akan terus bersama-sama kamu.
Tapi dia akan ada di saat kamu susah.
Menawarkan bantuan tanpa diminta.
Untuk semua orang yang telah menghancurkan keras hatiku, terimakasih.
Jakarta, 10.05 AM
_beyTobing_
Rabu, 21 September 2011
Gadis Kecil Bermata Bulat

Siapakah itu?
Sebuah kamera usang berpuluh tahun lalu telah berhasil mengabadikan sebuah wajah polos dalam sebuah foto.
Sepertinya, nyaris tanpa dosa.
Belum mengenal cinta.
Dan saat jari jemari seorang wanita menemukan lembaran yang sudah termakan waktu, ia terpaku.
Itu adalah dia.
Gadis Kecil Bermata Bulat.
di sebuah kubikel, dalam buaian kenangan
-beyTobing-
Tidak (sedang) mencari pasangan

Kata seorang teman : "Lengkapi hidup lo dengan menikah."
Dia adalah sahabat lama gw, yang sudah memiliki anak-anak dari suami yang baik.
Perkataan yang sedikit tertancap di benak gw. Sedikit, tidak banyak.
Dan 'sedikit' itu bukan sesuatu yang membuat gw gelisah atau takut. Bukan juga rasa kekhawatiran karena di umur gw yang menjelang 30 tahun, gw belum juga menemukan seorang lelaki untuk menjadi "suami". Tapi, ‘sedikit’ itu adalah rasa heran. Kenapa ada persepsi seperti itu? Apakah definisi ‘lengkap’ dalam kehidupan itu adalah berarti memiliki suami dan anak-anak?
Menurut gw, tidak.
Turut berbahagia untuk sekian banyak pasangan yang menemukan keutuhan dirinya dalam bahtera rumahtangga. Tapi berhentilah memagari arti sebuah kebahagiaan. Berhentilah mengajarkan seseorang tentang sebuah ‘arti’ menurut kacamata Anda sendiri.
Karena bagi gw, kebahagiaan adalah saat dimana gw menjalani pilihan tanpa paksaan. Dan gw tidak akan mempengaruhi siapapun untuk mengikuti pengertian gw. Bahkan tidak juga meminta untuk sekedar dimengerti.
Dan pilihan gw saat ini adalah, membebastugaskan ‘hati’. Dari sebuah rasa bernama ‘cinta’.
Berpuluh-puluh kali gw menjalani hubungan bernama pacaran. Hm, Oke. 31 kali berpacaran. Bukan pamer. Gw yakin banyak orang yang berpacaran melebihi gw. Tapi cinta memang butuh perjalanan. Penjajakan. Ini bukan pembenaran atas sikap tidak setia,, walaupun dulu gw memang belum mengenal apa itu setia.
Berikutnya, tiga kali gagal menikah dengan orang yang berbeda. Sakit? Tentu. Terpuruk? Jelas. Trauma? Tidak.
Beruntung, gw bukan orang yang mudah ‘patah’. Walaupun tidak memungkiri ada kesedihan yang mengisi relung hati, tapi gw selalu memilih untuk cepat bangkit. Karena bagi gw, terlalu banyak hal yang masih bisa gw lakukan dalam hidup.
Lalu, jika saat ini gw bahagia dengan kehidupan gw, lantas kenapa? Apakah itu artinya hidup gw tidak lengkap? Apakah perlu gw jelaskan, bahwa gw tidak (sedang) mencari pasangan?
Gw mencintai kehidupan dengan misterinya. Biarkan Sang Pencipta yang bekerja.
Jakarta, di sela rutinitas kantor yang bising
-beyTobing-
Jumat, 16 September 2011
TakdiR
Dan aku berpikir, ini dia.
Lalu, tiba-tiba semua berakhir.
Aku bertemu kamu.
Kembali aku berpikir, ini dia.
Kemudian, tiba-tiba semua selesai.
Hm.
Lupa.
Entah siapa lagi.
Manusia berwujud lelaki.
Yang katanya, tadinya, adalah calon pendamping hidupku.
Salah siapa?
Ah, sudahlah.
Memangnya masih penting?
Aku hanya perlu melangkah.
Menikmati takdir yang terpahat.
_beyTobing_
Kamis, 15 September 2011
Menulis

Untuk sebagian orang, mungkin merangkai kata adalah "dangdut", "galau", atau istilah2 lainnya yang akan terlongkap begitu saja dari bibir.
Tapi tugas gw bukan untuk membuat mereka percaya, bahwa rangkaian kata yang gw tulis adalah sekedar inspirasi. Bukan kewajiban gw juga untuk menerangkan bahwa juntaian kata itu adalah 'anak' yang terlahir dari pikiran gw.
Biarlah. Semua orang berhak menilai. Seperti juga gw berhak menentukan apa yang menjadi 'nadi' dalam hidup gw : MENULIS.
Bertahun, bahkan mungkin nyaris selama gw hidup, gw mendedikasikan diri untuk sekedar menuangkan tulisan menjadi sebuah cerita, puisi atau apapun itu.
Sejak gw masih memakai rok merah. Lalu memakai rok biru. Kemudian rok abu-abu. Dan berikutnya menjadi mahasiswa.
Mungkin, hanya orang2 terdekat gw yang pernah gw sebut sebagai 'pacar' yang benar-benar paham tentang apa arti 'menulis' untuk gw.
Gw bermetamorfosis. Sekian kali. Berubah, dengan atau tanpa rencana. Tapi entah, jari jemari gw nggak pernah berhenti untuk menuangkan apa yang ada dalam pikiran gw. Hanya itu yang nggak berubah dalam hidup gw.
Tapi semua nggak pernah mudah. Jangan tanya, udah berapa majalah yang mengembalikan cerita gw sejak SMP gw mengirimkan tulisan2 gw. Berkali-kali ditolak penerbit. Gw bahkan pernah mendapat 'tantangan' untuk menjadi seorang kacung tanpa bayaran dari seorang ternama di dunia film yang gw datengin sewaktu masih kuliah. Gw juga mendatangi teater-teater, untuk sekedar menyaksikan orang2 luar biasa dengan keinginan yang nggak pernah luntur. Ada kepuasan yang nggak bisa dinilai dengan apapun, saat gw melihat semua itu.
Dan sekarang, jangan tanya apa arti 'menulis' untuk gw.
Selama gw bernafas, gw akan tetap mencintai seni merangkai kata.
Berusaha mewujudkan impian gw, untuk mempublikasikan tulisan gw dalam sebuah buku yang bisa dibaca semua orang. Sehingga saat gw pulang ke rumahNya, ada sejarah yang gw ukir. Walau sedikit.
Mari, menggenggam mimpi.
_beyTobing_
Minggu, 14 November 2010
Good News!!
11 November 2010
Hari ini gw seneng bgt.. seneng krn di tlp pihak Gagas Media, dan mrka kasih tau kalo naskah gw masuk 20 besar, dari 289 kontestan..
wew.. krn kelewat seneng, gw jd gemeteran, jd pusing.. jd inget jg 2 taun lalu pas ada publisher nlp gw dan blg kalo mrka tertarik utk terbitin naskah gw dlm bntuk buku. wktu itu jg gw ngerasa seneng bgt, ampe ni jantung kyknya mau copot.
yeah, walaupun sampe hr ini, publisher itu akhirnya ilang.. :-)
tp, gw ga prnh nyerah utk nemuin publisher yg tertarik dan mau nerbitin buku gw.
akhirnya memang ada, dikenalin dr temen gw. dan saat ini gw sedang dlm proses meng-edit, sedikit memoles cerita sesuai request dari mereka.
dan, sambil meng-edit itu, gw coba masukin naskah gw yg lain, ikut dlm lomba 100% roman asli indonesia. well done! gw masuk 20 besar! :-) :-)
rasanya kayak ketiban uang puluhan milyard, walaupun sbnrnya gw gk prnh tau rasanya ketiban uang milyard-an.
oke, memang perjuangan gw blm selesai, dr 20 besar masih hrs dikecilin jadi 3 besar, dgn juri2 yg udh punya nama, salah satunya Moammar Emka. Deg..deg..deg.. nunggu hasilnya.
kalopun gw ga lolos masuk 3 besar, stdknya gw bangga udh bisa jd 20 besar. lo tau ga sihh? buat gw, menulis itu bnr2 hal yg penting dlm hdp gw. keinginan gw utk punya buku yg bisa diterbitin, udh ga bisa diceritain lg dgn kata2.
gw percaya, biarpun dr jaman smp dulu, tulisan2 gw slalu dibalikin, dan beberapa thn terakhir kmrn jg ditolak sampe hampir 5 penerbit, smua akan ada hasilnya kalo gw brusaha.
keinginan gw gak muluk2 kok. gw cuma pengen, berbagi kata2 dengan smua org yg baca tulisan gw. gw pengen kreatifitas gw gak sekedar tertimbun dlm diri gw.
ga boleh nyerah!:-)
Selasa, 02 November 2010
tamat
sesuatu telah memutuskan.. mematikan perasaan kita begitu saja tanpa sisa..
kemana perginya janji2 yg melambungkan perasaan? kemana musnahnya ciuman sayang yg tercipta di antara teduhnya pandangan mata? kemana raibnya pegangan kokoh di sela2 jemari?
kita tak lagi seperti pernah saling mengenal.. bahkan seperti tak pernah bertemu sebelumnya..
siapa kau? aku tak lagi kenal..
begitupun kau..
kita telah berjalan pada alur yang kita inginkan..
meninggalkan kisah yang telah membentuk jalur..
mimpi yang sempurna telah buyar karena kita terbangun oleh kenyataan..
kau telah memlih..
pun aku..
dan disinilah aku sekarang..
dengan cerita kita yang tamat..