2012.
Tahun baru.
Belum lama, saya menulis di blog.
Tentang, apakah yang akan diukir pada tahun ini?
Dan, ternyata, cukup mengejutkan.
Awal yang tidak cukup baik, bila dikaitkan dengan kebersamaan.
Banyak jiwa yang berpulang, kembali pada Hyang Pencipta.
Tentu saja, dilepas dengan airmata. Kepedihan.
Lalu.
Saya.
Diagnosis cukup mengagetkan dari seorang yang diberi talenta lebih oleh Dia.
Dokter.
Ada penyakit yang jatuh cinta kepada kamu, kata dokter tua itu tertawa.
Seakan itu hanya lelucon.
Bahkan dia tidak mempedulikan wajah saya yang pastinya berubah pias.
Sepertinya sakit dan kematian memang hal yang lumrah baginya.
Saya mengumpat dalam hati.
Kau pikir, kata-katamu lucu?
Kau pikir, berapa banyak airmata yang akan dikeluarkan keluarga saya jika saya pergi?
Sialan!
Tapi saya lalu tersadar.
Bukankah siapapun, akan berpulang?
Kamu pasti bisa sembuh, ujarnya kemudian.
Terdengar seperti janji manis seorang pria pada kekasihnya, demi sebuah kepercayaan.
Saya tersenyum.
Walau penyakit saya masih bisa disembuhkan, tapi bukan tidak mungkin akan menjadi penghantar saya menuju kehidupan kekal.
Karena, apapun dapat terjadi.
Oh.
Saya menulis ini bukan untuk sebuah belas kasihan.
Bukan juga untuk mendapatkan perhatian.
Tapi, saya jadi mengerti kenapa dokter itu tertawa saat memberitahu bahwa saya diberi "anugerah" sebuah penyakit.
Karena,
Itulah kehidupan.
Saya tidak ingin takut pada kematian.
Walaupun, tentu saya ingin hidup lebih lama.
Tapi, saya tidak ingin menjadikan ini alasan untuk bersedih.
Ini juga bukan alasan bagi saya untuk meratapi nasib.
Kematian, adalah pasti.
Hanya caranya yang berbeda.
Dan tentu saja, waktunya.
Lima tahun lagi, atau bahkan sepuluh tahun lagi
Saya masih tetap ingin bisa membaca tulisan ini.
Dan mengatakan...
Lihat? Saya sembuh
Tapi jika ternyata, saya kembali ke rumahNya
Apa yang akan saya katakan?
Tentu saja tidak ada.
Itulah saatnya, saya mengembalikan raga. PadaNya.
Mengerti.
Saya mengerti.
Apa itu ajal.
_beyTobing_
ditulis sambil memakan donat coklat.
Rabu, 25 Januari 2012
Minggu, 01 Januari 2012
2012
Selamat datang tahun baru!
Pasti segudang resolusi sudah bermukim dalam benak.
Lalu, saya?
Entahlah.
Saya bukan manusia dengan segudang rencana.
Bukan juga manusia tanpa rencana.
Saya hanya menjalani.
Mungkin, tepatnya, saya sudah berhenti bertanya-tanya.
Tentang "apa," dan "mengapa".
Jalani saja.
Apa adanya.
Mengalir.
Banyak yang telah saya lewati.
Sampai akhirnya saya sadar.
Hidup ini bukan milik saya.
Apa yang saya inginkan.
Apa yang saya impikan.
Seringkali kandas.
Bukan berarti saya berhenti berharap.
Karena tanpa harapan, saya miskin.
Berharaplah.
Namun, pasrahlah.
Sebab, semua akan indah.
Pada masanya.
_beyTobing_
Jakarta, dalam pelukan cuaca yang dingin
Pasti segudang resolusi sudah bermukim dalam benak.
Lalu, saya?
Entahlah.
Saya bukan manusia dengan segudang rencana.
Bukan juga manusia tanpa rencana.
Saya hanya menjalani.
Mungkin, tepatnya, saya sudah berhenti bertanya-tanya.
Tentang "apa," dan "mengapa".
Jalani saja.
Apa adanya.
Mengalir.
Banyak yang telah saya lewati.
Sampai akhirnya saya sadar.
Hidup ini bukan milik saya.
Apa yang saya inginkan.
Apa yang saya impikan.
Seringkali kandas.
Bukan berarti saya berhenti berharap.
Karena tanpa harapan, saya miskin.
Berharaplah.
Namun, pasrahlah.
Sebab, semua akan indah.
Pada masanya.
_beyTobing_
Jakarta, dalam pelukan cuaca yang dingin
Minggu, 18 Desember 2011
Pernah
Ingat tidak?
Kita.
Pernah ada.
Saling menatap.
Berpelukan.
Berbagi nafas.
Membangun mimpi.
Ingat tidak?
Kita.
Pernah ada.
Tidak hanya dalam keadaan paling sempurna.
Tapi juga dalam keadaan tanpa topeng.
Kau dengan dada telanjangmu yang penuh dengan peluh.
Dan aku dengan wajah polos tanpa make up.
Dan...
Tahu tidak?
Saat nanti, kita bertemu lagi.
Aku yakin, ingatan itu telah menjadi sejarah.
Tidak ada yang istimewa.
Hanya,
Kita pernah.
Itu saja.
_beyTobing_
untuk semua orang yang 'pernah' ada mengisi hari-hari gue. Dimanapun.
Selamat datang 2012!
Kita.
Pernah ada.
Saling menatap.
Berpelukan.
Berbagi nafas.
Membangun mimpi.
Ingat tidak?
Kita.
Pernah ada.
Tidak hanya dalam keadaan paling sempurna.
Tapi juga dalam keadaan tanpa topeng.
Kau dengan dada telanjangmu yang penuh dengan peluh.
Dan aku dengan wajah polos tanpa make up.
Dan...
Tahu tidak?
Saat nanti, kita bertemu lagi.
Aku yakin, ingatan itu telah menjadi sejarah.
Tidak ada yang istimewa.
Hanya,
Kita pernah.
Itu saja.
_beyTobing_
untuk semua orang yang 'pernah' ada mengisi hari-hari gue. Dimanapun.
Selamat datang 2012!
Jumat, 16 Desember 2011
filosofi Mobil

Terkadang.
Kita terus memaksakan mengendarai mobil.
Dengan bahan bakar yang tiris.
Terkadang.
Kita malas untuk merawat mobil.
Sampai tiba-tiba dia tidak lagi berfungsi.
Lalu mogoklah di pinggir jalan.
Kau memaki.
Menendangnya.
Menggerutu.
Atau, dia mati.
Dan kau harus merogoh kocek yang tidak sedikit.
Mengantarkannya ke bengkel.
Menebusnya setelah selesai.
Pikirkan saja.
Apakah kau pernah menjadi seperti itu?
Aku pernah.
Memaksakan mengendarai mobil dengan bensin yang tiris.
Lalu mogok di tengah jalan.
Aku pernah.
Tidak merawat mobil yang selalu setia membawaku kemana-mana.
Lalu dia kehilangan fungsi.
" Hidup ini seperti perumpamaan. Seperti memperlakukan sebuah mobil, kau harus tahu kapan saatnya berhenti. Dan kapan saatnya menjaga."
_beyTobing_
di tengah keramaian sebuah cafe.
16 Desember 2011
Rabu, 14 Desember 2011
Catatan di Penghujung Desember
Ini 2011.
Penghujung.
Kita kenal dia sebagai Desember.
Hallo!
Saya, masih ada.
Bernapas.
Berpikir.
Hidup.
Ingin mencatat sekejap.
Apa saja yang telah.
Apa saja yang belum.
Perpisahan.
Airmata.
Impian yang kandas.
Belajar.
Persahabatan.
Kebersamaan.
Kemandirian.
Hidup penuh warna.
Telah.
Cita-cita.
Jati diri.
Mencintai.
Bertemu.
Bersatu.
Belum.
Ah. Terlalu banyak, sebenarnya.
Itu hanya sekelumit kisah.
Dalam kisaran waktu yang disebut tahun.
Saya tidak tahu, kapan akan berhenti merajut kisah.
2011 hanyalah angka.
Hanya?
Ya. Hanya.
Seperti juga kita yang hanya sesaat di semesta.
2011.
Jika dikatakan bahwa kau telah menguatkanku, ya.
Tapi ini adalah masa disaat aku pernah begitu lemah.
Jika dikatakan bahwa kau telah merubahku, ya.
Tapi ini adalah masa disaat aku pernah begitu lupa.
Jika dikatakan bahwa kau telah menghantarkanku pada kebahagiaan, ya.
Tapi ini adalah masa disaat aku pernah begitu sengsara.
Lihat.
Waktu bergerak.
2012.
Ceritakan.
Apa yang nanti akan kau ukir?
_beyTobing_
Jakarta, 15 Desember 2011
Penghujung.
Kita kenal dia sebagai Desember.
Hallo!
Saya, masih ada.
Bernapas.
Berpikir.
Hidup.
Ingin mencatat sekejap.
Apa saja yang telah.
Apa saja yang belum.
Perpisahan.
Airmata.
Impian yang kandas.
Belajar.
Persahabatan.
Kebersamaan.
Kemandirian.
Hidup penuh warna.
Telah.
Cita-cita.
Jati diri.
Mencintai.
Bertemu.
Bersatu.
Belum.
Ah. Terlalu banyak, sebenarnya.
Itu hanya sekelumit kisah.
Dalam kisaran waktu yang disebut tahun.
Saya tidak tahu, kapan akan berhenti merajut kisah.
2011 hanyalah angka.
Hanya?
Ya. Hanya.
Seperti juga kita yang hanya sesaat di semesta.
2011.
Jika dikatakan bahwa kau telah menguatkanku, ya.
Tapi ini adalah masa disaat aku pernah begitu lemah.
Jika dikatakan bahwa kau telah merubahku, ya.
Tapi ini adalah masa disaat aku pernah begitu lupa.
Jika dikatakan bahwa kau telah menghantarkanku pada kebahagiaan, ya.
Tapi ini adalah masa disaat aku pernah begitu sengsara.
Lihat.
Waktu bergerak.
2012.
Ceritakan.
Apa yang nanti akan kau ukir?
_beyTobing_
Jakarta, 15 Desember 2011
Senin, 21 November 2011
Tentang Dia
"Apa kabarmu?"
Suara yang dalam itu menyelusup masuk ke dalam gendang telinga.
Saya tercekat.
Kenangan ribuan hari lalu menari cepat dalam benak.
Tertawa bersama.
Bergandengan tangan.
Kita. Dulu.
" Baik."
Saya menjawab dengan mantap.
Sebenarnya tidak, jawab hati saya.
Saya selalu merasa bersalah.
Saya lelah. Apa salah saya?
Itu ucapmu sekian tahun lalu.
Saat saya, lagi-lagi membagi hati.
Lalu,
Saya tahu sesuatu.
Saat mata saya bersiborok dengan mata yang pernah menatap saya dengan cinta.
Jantung saya berdegup.
Masih ada pendar rasa.
Untukmu, laki-laki luar biasa.
Yang pernah begitu mencintai saya.
Sekalipun saya selalu menghadirkan luka.
Saya tahu, tanganmu pernah menggenggam tangan lain setelah saya.
Kamu tahu, tubuhku pernah dipeluk tangan kokoh lain setelah kamu.
Tapi lalu, sang waktu mempertemukan kita.
Semesta menyediakan ruang bagi kita bertemu.
Mengijinkan kita, untuk sesaat, saling menatap.
" Saya hanya sebentar disini."
Ucap saya, datar.
Menyembunyikan perasaan yang mulai memberontak.
...
....
.....
**********
Burung bersayap besi akan membawa saya.
Beberapa jam lagi.
Kembali ke kehidupan nyata.
Dan meninggalkan dia yang telah mempunyai kehidupannya sendiri di negeri orang.
Perasaan bersalah saya bertahun-tahun telah terbayar.
Sinar matanya telah memaafkan.
Saya tahu, dia bahkan telah memaafkan saya jauh sebelum saya meminta maaf.
Karena dia luar biasa.
Hanya ada satu kerinduan yang urung saya lakukan.
Memeluknya.
Jika.
Masih ada kesempatan.
Saya masih ingin bertemu.
_beyTobing_
Singapore, 21 November 2011
Suara yang dalam itu menyelusup masuk ke dalam gendang telinga.
Saya tercekat.
Kenangan ribuan hari lalu menari cepat dalam benak.
Tertawa bersama.
Bergandengan tangan.
Kita. Dulu.
" Baik."
Saya menjawab dengan mantap.
Sebenarnya tidak, jawab hati saya.
Saya selalu merasa bersalah.
Saya lelah. Apa salah saya?
Itu ucapmu sekian tahun lalu.
Saat saya, lagi-lagi membagi hati.
Lalu,
Saya tahu sesuatu.
Saat mata saya bersiborok dengan mata yang pernah menatap saya dengan cinta.
Jantung saya berdegup.
Masih ada pendar rasa.
Untukmu, laki-laki luar biasa.
Yang pernah begitu mencintai saya.
Sekalipun saya selalu menghadirkan luka.
Saya tahu, tanganmu pernah menggenggam tangan lain setelah saya.
Kamu tahu, tubuhku pernah dipeluk tangan kokoh lain setelah kamu.
Tapi lalu, sang waktu mempertemukan kita.
Semesta menyediakan ruang bagi kita bertemu.
Mengijinkan kita, untuk sesaat, saling menatap.
" Saya hanya sebentar disini."
Ucap saya, datar.
Menyembunyikan perasaan yang mulai memberontak.
...
....
.....
**********
Burung bersayap besi akan membawa saya.
Beberapa jam lagi.
Kembali ke kehidupan nyata.
Dan meninggalkan dia yang telah mempunyai kehidupannya sendiri di negeri orang.
Perasaan bersalah saya bertahun-tahun telah terbayar.
Sinar matanya telah memaafkan.
Saya tahu, dia bahkan telah memaafkan saya jauh sebelum saya meminta maaf.
Karena dia luar biasa.
Hanya ada satu kerinduan yang urung saya lakukan.
Memeluknya.
Jika.
Masih ada kesempatan.
Saya masih ingin bertemu.
_beyTobing_
Singapore, 21 November 2011
Kamis, 17 November 2011
Penggenggam Mimpi. Saya.




Ya.
Sayalah perempuan si penggenggam mimpi.
Yang suka menulis sejak masih duduk di bangku Sekolah Dasar.
Menulis di atas kertas, buku usang, mesin tik tua, komputer, laptop.
Tidak menemukan alasan untuk berhenti menulis.
Saya suka.
Cinta.
Menulis.
Ijinkan saya terus bermimpi.
Menjadi seorang penulis.
_beyTobing_
Langganan:
Postingan (Atom)